AHLAN WA SAHLAN - SEMOGA BLOG INI DAPAT MEMBANTU ANDA - SILAHKAN MENULIS PESAN KRITIK DAN SARAN ^_^

Wednesday, February 1, 2012

NILAI UJIAN FARMAKOLOGI KEBIDANAN MAHASISWA AKBID BT

Berikut nilai hasil ujian final farmakologi kebidanan (hanya nilai ujian), nilai akhir nanti diumumkan lewat kampus.


NIM
Nilai

NIM
Nilai

NIM
Nilai
BT08248
42

BT10165
51

BT10204
16
BT09232
18

BT10166
51

BT10205
64
BT10126
50

BT10167
54

BT10206
40
BT10127
50

BT10168
67

BT10207
49
BT10128
51

BT10169
58

BT10208
57
BT10129
16

BT10169
51

BT10209
58
BT10130
22

BT10170
44

BT10211
81
BT10131
33

BT10171
67

BT10212
84
BT10132
41

BT10172
67

BT10213
54
BT10134
36

BT10173
58

BT10214
62
BT10135
38

BT10174
37

BT10215
74
BT10136
50

BT10175
57

BT10216
50
BT10137
69

BT10176
52

BT10217
61
BT10138
31

BT10177
44

BT10218
43
BT10139
41

BT10178
45

BT10219
58
BT10140
49

BT10179
72

BT10220
47
BT10141
34

BT10180
56

BT10221
44
BT10142
38

BT10181
51

BT10222
47
BT10143
16

BT10182
42

BT10223
36
BT10144
46

BT10183
56

BT10224
22
BT10145
27

BT10184
68

BT10226
60
BT10146
35

BT10185
52

BT10228
42
BT10147
55

BT10186
52

BT10229
26
BT10148
50

BT10187
44

BT10230
38
BT10149
37

BT10188
30

BT10231
72
BT10150
50

BT10189
53

BT10232
27
BT10151
55

BT10190
20

BT10233
43
BT10152
22

BT10191
14

BT10234
41
BT10153
28

BT10192
28

BT10235
70
BT10154
53

BT10193
50

BT10236
22
BT10155
63

BT10194
40

BT10237
69
BT10156
55

BT10195
21

BT10238
29
BT10157
66

BT10196
65

BT10239
58
BT10158
48

BT10197
56

BT10241
55
BT10159
49

BT10198
41

BT10242
43
BT10160
64

BT10199
36

BT10243
51
BT10161
48

BT10200
16

BT10244
30
BT10162
43

BT10201
41

BT10245
62
BT10163
61

BT10202
28

BT10246
43
BT10164
32

BT10203
37

BT10247
70



Monday, January 9, 2012

INSOMNIA


INSOMNIA adalah kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tertidur, atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun. Insomnia dikelompokkan menjadi insomnia primer, yaitu insomnia menahun dengan sedikit atau sama sekali tidak berhubungan dengan berbagai stres maupun kejadian, dan insomnia sekunder yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh nyeri, kecemasan, obat, depresi, atau stres yang hebat. Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik, dan pemakaian obat-obatan.

Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi, atau ketakutan (kadang seseorang sulit tidurhanya karena badan dan otaknya tidak lelah). Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berpikir bahwa, mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal, tetapi terbangun beberapa jam kemudian, dan sulit untuk tertidur kembali. Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur, atau sering terjaga di malam hari, dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapa pun, merupakan pertanda dan depresi.

Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur, dan bangun pada saatnya tidur. Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:

- jetlag (terutama jika bepergian dari timur ke barat); bekerja pada malam hari;

- sering berubah-ubah jam kerja;

- penggunaan alkohol yang berlebihan;

- efek samping obat (kadang-kadang);

- kerusakan pada otak (ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer)

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.

Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba, dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup, dan tidak berisik. Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat antidepresi. Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu.

sumber : www.rumahfarmasi.com

Beberapa Istilah yang sering dijumpai pada kefarmasian

BSO = Bentuk Sediaan Obat
BS = Bentuk Sediaan
Inst. Fa.RS = Instalasi Farmasi Rumah Sakit
SO = Sediaan Obat
P = Pediatrik (Anak-anak)
A = Adult (dewasa)
F = Forte (Fortior = penuh, lebih besar)
G = Geriatric (orang lanjut usia)
Syr = Syrupus
Cap = Capsula
Capl = Caplet (tablet berupa capsul)
Dry syr = Sirup kering
DS = Double strength (kekuatan belipat ganda)
SR = Sustained release (lepas lambat)
Eye drops = Tetes mata
Ear drops = Tetes telinga
Nasal drops = Tetes hidung
Oculenta = Salap mata
Top = Topikal (Kulit)
Unguenta = Zalaft, salap, salep
Epithema = Obat kompres kulit (topikal)
Gargarisma = Collutorium, obat kumur
Antidote = Penawar racun
Antiseptic = Antiseptis, pemusnah hama
Derivate = Turunan, generasi
Granule = Butir, butiran
Retention = Retensi, tambatan, tertahan
Enteral = saluran pencernaan
Pan-enteral = diluar saluran pencernaan.
Per-oral = melalui mulut terus ke aesofagus dan saluran
pencernaan.
Inplantasi = penggunaan obat dibawah kulit (menanam, mendepot)
dengan membedah bagian kecil kulit secara steril

sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com